Home » , , » Berani Untuk Maju Thema Kongres Ke II PROJO

Berani Untuk Maju Thema Kongres Ke II PROJO

Written By Nusantara Bicara on 5 Des 2019 | Desember 05, 2019



Jakarta, nusantarabicara.co - Relawan (volunter) pendukung Jokowi yang kemudian menjadi Organisasi massa dengan sebutan PROJO, mengadakan konferensi pers terkait dengan pelaksanaan Kongres Ke II PROJO di JiExpo, Kemayoran Jakarta dari Tanggal 7-8 Desember 2019. 

Bertempat di Markas pusat PROJO, Konfrensi Pers dihadiri oleh Sekjen Projo Handoko dan Ketua Panitia OC Panel Barus beserta fungsinaris PROJO lainnya dihasilkan beberapa pokok bahasan.  Berikut poin poin siaran pers PROJO :

1, Sebagai Ormas yang taat dan patuh pada AD/ART, PROJO akan menggelar Kongres " PROJO pada tanggal 7-8 Desember 2019 di JIExpo Kemayoran acara. 
2. Kongres akan dihadiri oleh delegasi dari seluruh DPC dan DPD se-lndonesia. Puluhan ribu kader dan simpatisan PROJO akan hadir dalam rangkaian acara pembukaan kongres. Presiden Joko Widodo sebagai  Pembina PROJO, direncanakan akan hadir dan memberikan arahan-arahan strategis bagi organisasi dan seluruh kader PROIO sekaligus membuka secara resmi kegiatan kongres pada tanggal 7 Desember 2019. 
3. Agenda Kongres H Pojo antara lain adalah memilih dan menetapkan Ketua Umum, menetapkan program kerja S tahun kedepan, dan merumuskan sikap politik PROJO. 
4. Sebagai forum tertinggi, kongres II Projo diharapkan akan menghasilkan keputusan-keputusan penting yang akan menjadi arah bagi peran penting dan gerak langkah Projo dalam mengisi dan mengawal program-program pemerintahan ]okowi-Ma'ruf Amin 2019-2024 yang termaktub dalam VISI INDONESIA. Indonesia Maju yang berbasis pada Sumber Daya Manusia. Pemerintahan Presiden Joko Widodo selama periode 2019-2024 harus menjadi legacy bagi bangsa Indonesia. 
5. PROJO berkomitmen untuk terus mendukung upaya peningkatan kualitas demokrasi. Sistem pemerintahan presidensial yang kita yakini sebagai faktor utama pembentukan pemerintahan yang kuat, juga sangat penting untuk mendapatkan dukungan dan penguatan. Wacana penambahan periode masa jabatan presien menjadi 3 kali, dan atau mengembalikan proses pemilihan presiden dan wa kil presiden ke MPR merupakan langkah mundur dan berlawanan dengan semangat penguatan sistem demokrasi dan hakekat kedaulatan rakyat, (ps) 

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara