Home » , , » Cidera Berat, 3 Korban Kecelakaan Masuk Jurang Dievakuasi Satgas Yonif 755

Cidera Berat, 3 Korban Kecelakaan Masuk Jurang Dievakuasi Satgas Yonif 755

Written By Nusantara Bicara on 19 Jan 2020 | Januari 19, 2020


JAKARTA, nusantarabicara.co -  Satgas Yonif 755/Yalet Kostrad dengan cepat dan sigap membantu evakuasi tiga orang korban kecelakaan mobil yang mengalami cidera berat akibat masuk jurang di Kampung Kiren, Distrik Bonggo.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonif 755/Yalet, Letkol Inf Dodi Nur Hidayat, dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (17/1/2020).


Dikatakan Dodi, kecelakaan mobil berjenis Terios yang ditumpangi tiga orang warga Kampung Sarmi tersebut diketahui melaju di jalan Poros dari arah  Bonggo menuju Sarmi.

"Evakuasi dipimpin Serka Mislan untuk membantu mengangkat mobil dan tiga orang yang mengalami cidera berat," ucap Dodi.

Selanjutnya diungkapkan Dodi, dalam proses penarikan satu unit mobil dari jurang. Satgas Yonif 755 turut dibantu masyarakat setempat serta pihak kepolisian.

"Sementara itu tiga korban yang mengalami kecelakaan telah dilarikan menuju RS terdekat guna mendapat perawatan," tutur Dodi.

Dodi pun menambahkan bahwa pada kegiatan ini, Satgas sebagai prajurit TNI harus sigap dalam membantu segala hal yang terjadi dalam lingkungan penugasan di sekitarnya.

"Musibah memang tak mengenal siapa dan di mana, oleh sebab itu mari kita doakan agar korban segera diberikan kesembuhan dan dapat berkumpul kembali dengan keluarga," pungkasnya.

Sementara itu Rahmat salah satu masyarakat yang ada di sekitar tempat kejadian tersebut mengatakan  bahwa dirinya tadi tidak melihat betul dan secara pasti kejadian tersebut. Akan tetapi dirinya kagum atas apa yang telah diperbuat oleh personel Satgas.

"Saya tau kejadian tersebut ketika prajurit TNI berlarian masuk ke dalam jurang untuk membantu mobil yang sudah terbalik di dalam jurang," ucap Rahmat.(Dispenad)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara