Berbicara Tentang Nusantara

Berbicara Tentang Nusantara
Media Penerus Perjuangan Dan Cita-cita "Founding Father" Bangsa Indonesia
Home » , , » Ketua Umum DPP ASPATAKI, Saiful Mashud : “Mimpikan Penempatan Pekerja Migran Indonesia Dibuka Selebar-lebarnya”

Ketua Umum DPP ASPATAKI, Saiful Mashud : “Mimpikan Penempatan Pekerja Migran Indonesia Dibuka Selebar-lebarnya”

Written By Nusantara Bicara on 12 Sep 2021 | September 12, 2021

 

 Jakarta, nusantarabicara.co - Dipercaya menjadi Ketua Umum DPP ASPATAKI ( Organisasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia), mau tidak mau membuat Saiful Mashud harus terus membangun kerjasama antara pemerintah dan Pekerja Migran Indonesia guna menyinergikan kepentingan antara Pekerja Migran dan Pemerintah.

Salah satu perjuangannya. Saat ini  Aspataki sebagai mitra pemerintah sangat memimpikan penempatan PMI (Pekerja Migran Indonesia) baik yang bekerja ke pemberi kerja perseorangan atau ke pemberi kerja berbadan hukum dibuka selebar lebarnya. Apalagi kondisi dampak covid-19 sangat luar biasa kepada masyarakat. Untuk mengetahui lebih lanjut pemberitaan tentang nasib Pekerja Migran Indonesia (PMI), Berikut wawancara nusantarabicara.co (NUBIC) kepada Ketua Umum DPP Organisasi Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (ASPATAKI) Bapak Saiful Mashud :

1.   Sejak tahun berapa ASPATAKI Didirikan, dan sudah berapa lama Bapak berada di ASPATAKI?

Aspataki didirikan pada 2016 

Saya di Aspataki sejak berdiri hingga saat ini

2.      Sebagai orang yang concern dan senantiasa mengurus dan menerima pengaduan dari para Pekerja Migran Indonesia (PMI), Bagaimana perasaan Bapak terhadap Pekerja Migran Indonesia sekarang ini?

Aspataki adalah wadah para Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) berfungsi membela dan melindungi kepentingan bisnis penempatan PMI dan secara otomatis membela para PMI dan keluarganya.

Perasaan Saiful Ketum Aspataki saat pandemi covid-19 kepada para PMI yang saat ini bekerja di negara penempatan harus mentaati peraturan negara penempatan khususnya protokol kesehatan. Berhemat karena kondisi ekonomi dunia sedang tidak baik, menabunglah untuk masa depan diri dan keluarga. Beli sesuatu yg bermanfaat. Jangan kecewakan majikan kalian karena mereka menggaji kalian cukup tinggi

 3.      Bagaimana kondisi para pekerja migran sekarang ini ?

Pekerja migran resmi yang bekerja ke pemberi kerja perseorangan saat pandemi baik baik sangat jarang yg break kontrak dg alasan majikan tdk mampu menggaji. Para majikan rata2 cukup banyak menabung sehingga bagi mereka pandemi covid-19 para majikan masih cukup banyak tabungan.

Yang memprihatinkan menurut Saiful, para calon PMI yang telah selesai proses tapi tertunda sampai hampir 2 tahun. Seperti PMI ke Taiwan dan ke Korea cukup banyak yg tertunda berangkat lebih 17.000.

Saiful meminta para calon PMI bersabar bantu pemerintah dlm pencegahan penyebaran covid-19.

Hanya PMI ke Hongkong dan ke Singapura pelan2 mulai boleh berangkat tapi dengan protokol kesehatan yang sangat ketat.

4.      Mimpi apa yang diinginkan ASPATAKI untuk para tenaga kerja Migran ke depannya?

Aspataki sebagai mitra pemerintah sangat memimpikan penempatan PMI baik yg bekerja ke pemberi kerja perseorangan atau ke pemberi kerja berbadan hukum dibuka selebar lebarnya apalagi kondisi dampak covid-19 sangat luar biasa kepada masyarakat.

Leading sector PMI kita mayoritas PMI kerja ke pemberi kerja perseorangan, maka PMI sektor ini hrs dimaksimalkan penempatanya.

5.      Apa rencana ke depan untuk pengembangan dan peningkatan Pekerja Migran Indonesia?

Sesuai pasal 39, 40 dan 41 UU 18/2017 serta PP No.59/2021 pelaksanaan pelatihan dan kompetensi oleh pemerintah wajib dilaksanakan. Pemerintah dan DPR RI jgn hanya mampu membuat undang2 tapi harus melaksanakan.

Dengan PP No.59/2021 Pemda tidak boleh beralasan gak ada anggaran karena Pemda harus menyiapkan APBD nya,  rakyat gak mau tau.

6.      Dukungan apa yang perlu diberikan pemerintah kepada Pekerja Migran ?

Pelindungan PMI pra penempatan dengan cara pelatihan dan kompetensi gratis tidak hanya slogan Tapi benar2 diharapkan oleh para PMI dan keluarganya.

7.      Apakah organisasi ASPATAKI sudah tersebar di seluruh Indonesia, dan Berapa Jumlah Pekerja Migran Indonesia yang berada di dalam naungan ASPATAKI?

DPP Aspataki telah memiliki 16 DPD  berkedudukan di ibu kota propinsi dan 6 DPC se Indonesia.

Jumlah PMI yg ditempatkan oleh anggota Aspataki adalah 76% dari total penempatan PMI ke semua negara khususnya Asia Pasific. (Andi Siregar)

 

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara