Pages

20 Jan 2026

Danrem 062/TN dampingi Wapres pengamanan ke Santri Cipasung Unjuk Inovasi AI dan Robotika di Hadapan




Nusantara Bicara Jabar,-

Pesantren tak lagi identik dengan metode belajar tradisional. Di Pondok Pesantren Cipasung, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, para santri dari berbagai jenjang pendidikan memamerkan karya inovatif berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan robotika langsung di hadapan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming, Selasa (20/01/2026).

Kunjungan Wapres ke pesantren bersejarah yang berdiri sejak 1931 ini menjadi panggung bagi santri untuk menunjukkan bahwa lingkungan pesantren mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi modern tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.


Setibanya di lokasi, Wapres terlebih dahulu bersilaturahmi di kediaman Kiai Deni Ramdani Sagara. Kunjungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Selanjutnya, Wapres menuju aula pesantren untuk menyaksikan presentasi karya santri di bidang AI dan robotika yang merupakan hasil pelatihan intensif bersama mitra strategis pesantren.

Dalam sesi AI, para santri yang tampil antara lain Hasan Basri, mahasiswa Universitas Islam KH. Ruhiat Cipasung; Mohamad Fahri Fadil Kurnia, siswa SMAI Cipasung; serta Anggi Rustandi dari Pondok Pesantren Cipasung. Mereka memaparkan pemanfaatan AI dalam mendukung pembelajaran, riset, serta pengembangan kreativitas mahasiswa dan pelajar

Hasan Basri menyampaikan bahwa AI membuka ruang besar bagi santri untuk berinovasi.“Kami sebagai mahasiswa punya banyak ide dan kreativitas. Dengan AI, potensi itu bisa lebih terfasilitasi. Ke depan kami berharap sarana pembelajaran AI semakin merata agar semua mahasiswa bisa belajar optimal,” ujarnya.

Sementara itu, di bidang robotika, presentasi disampaikan oleh Asep Muhammad Muchsin, santri tingkat MAN, serta Safa Firli Vinicia, santri tingkat MTs. Mereka menampilkan hasil pembelajaran robotika yang melatih logika, keberanian mencoba, serta kerja tim.

Safa mengaku pelatihan robotika memberi pengalaman baru yang menyenangkan.Pelatihan ini membuat kami lebih percaya diri belajar teknologi dan berani berinovasi,” tuturnya.

Pelatihan AI sendiri dilaksanakan bekerja sama dengan Microsoft secara hybrid pada 13–14 Januari, sementara pelatihan robotika digelar bersama Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) pada 16–19 Januari 2026.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan salat Asar berjemaah bersama KH. Ubaidillah Ruhiat, kemudian ziarah ke makam pendiri pesantren, KH. Ruhiat, sebagai penghormatan atas jasa beliau dalam membangun fondasi pendidikan Cipasung.


( Nusantara Bicara/Penrem 062TN)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar