Home » , » SELAYANG PANDANG TENTANG IWAN KUSUMA

SELAYANG PANDANG TENTANG IWAN KUSUMA

Written By Nusantara Bicara on 28 Mar 2019 | Maret 28, 2019


Jember, nusantarabicara.co - Dilahirkan dan dibesarkan dengan budaya Jawa, pemuda ini sangat enerjik dan ideal tubuhnya , dengan berat badan : 74 kg dan tinggi Badan :168cm, nampak gerakanya masih sangat ringan dan cekatan. Menyukai hiburan terutama acara-acara komedi , tetapi lebih suka menonton komedi yang menghibur, segar dan cerdas. Sedangkan hal yang dibencinya adalah ketika melihat ketulusan rakyat dibayar dengan tipu muslihat elitenya. Mungkin karena kedekatannya dengan masyarakat marginal, sehingga kepedulian terhadap upaya–upaya pemberdayaan masyarakat sangat diutamakan.

Iwan Kusuma adalah anak pertama dari 4 bersaudara, dan dari sinilah jiwa kepemimpinanya mulai muncul, karena memang sejak kecil telah menjadi pemimpin adik-adiknya. Hidup dalam keluarga yang sangat sederhana ditengah kampung perkotaan kota semarang. Tetapi setelah mahasiswa justru berinteraksi secara intensif dengan masyarakat pedesaan di Jember, merasakan ada panggilan jiwa bahwa desa-desa sangat berpotensi untuk mensejahterakan rakyatnya. 

Cita-citanya adalah membangun desa mandiri, berdikari tetapi tetap memiliki daya toleran dan gotong-royong. Membayangkan suasana masyarakat desa yang berkembang dan alamnya yang asri juga tidak terlalu tertinggal terhadap pendidikan dan tehnologi informasi.


Gemini adalah zodiak bintangnya, enak diajak ngomong dan sangat familiar tidak membeda-bedakan siapa kawan bergaulnya, sederhananya sosok ini mudah bergaul. Telor asin merupakan makanan kesukaannya, apalagi kalau di padu dengan wedang jahe panas dan batang sereh yang di gecek. 

Udara dingin menambah mantapnya suasana dalam menyantap, karena nya ia sangat menyukai suasana alam pegunungan meskipun tidak benci pada pantai dan pesisirnya. Kegiatannya yang lebih cenderung lapangan , tokoh ini sering memakai sepatu kets atau sport, dan pakaian casual. Rapi tetapi tidak terlalu formil, sedikit parfum tetapi tidak pesolek.

Pernah dalam perjalanan di lapangan baik di Jember maupun Lumajang, melantunkan lagu-lagu iwan fals nampaknya sangat suka pada syair-syairnya. Hapal beberapa lagu yang berisi kritik sosial atau ironis dan penuh penjiwaan. Kalau penyanyi sekarang ia mengaggumi grupband D’masiv, anak muda dengan lirik yang sangat peduli pada realitas sosial kekinian dengan kemasan populer. Inspiratif untuk anak muda sekarang. Ya memang realitas sosial ini adalah fakta yang harus dihadapi, bukan malah diingkari (escape from reality) . dia juga pengagum WS Rendra, makanya motto nya sering menggunakan motto hidup ‘Hadir dan Mengalir’

Dalam kesehariaanya sosok kita, justru lebih menikmati berdagang bersama kawan-kawan tani off farm hasil bumi petani yang dibantu untuk mencari pasaran produknya. Misalnya produksi petani kopi kelompok Rengganis panti, kemudian petani sayur di sekitar desa sukorambi, peternak lele serta petani tembakau di wilayah Ambulu dan Tempurejo. 

Disamping mendampingi petani-petani kasus sengketa tanah untuk mendapatkan keadilan haknya, juga sekaligus menyewa lahan untuk bertani secara pribadi. Prinsip yang sering dikatakannya adalah bagaimana mengurai sebanyak mungkin asupan dari luar (kimia) ke dalam tanah pertanian ini. Kalau dengan kawan-kawan aktivis mahasiswa dia sering mengatakan istilah prinsip LEISA (low external input sustainable agriculture) prinsip bertani yang berkelanjutan atau pola organik. Model-model organizer dan cara penyampaian metode pada petani serta tehnik pendidikan beberapa ditulisnya sebagai buku pegangan atau modul untuk memfasilitasi pembangunan kapasitas petani-petani ( Dahlan )
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara