Berbicara Tentang Nusantara

Berbicara Tentang Nusantara
Media Penerus Perjuangan Dan Cita-cita "Founding Father" Bangsa Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Peduli Masa PPKM, Kopassus Bagikan 2000 Paket Sembako ke Wilayah Desa Binaan

Written By Nusantara Bicara on 28 Jul 2021 | Juli 28, 2021


JAKARTA, nusantarabicara.co  - Dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM) Komando Pasukan Khusus menggelar bakti sosial  membagikan ribuan paket sembako dan masker kepada masyarakat terdampak Covid -19 di wilayah desa Binaan Kopassus. 

Untuk menghindari adanya kerumunan masyarakat, sebanyak 2000 paket sembako dibagikan secara  door to door  di wilayah Kelurahan Tanjung Barat Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan dan  Kelurahan Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (28/7/2021).

Baksos  Kopassus di masa PPKM ini bertajuk "Kopassus Peduli  Masyarakat Terdampak Covid-19" dirangkaikan peringatan Ulang Tahun ke 76 Republik Indonesia.

Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus), Mayjen TNI Mohamad Hasan mengatakan kegiatan bakti sosial berupa pemberian sembako ini rutin dilaksanakan oleh Kopassus, apalagi dimasa pandemi, dengan tujuan  untuk meringankan beban masyarakat. 

Danjen Kopassus menghimbau kepada masyarakat agar selalu mematuhi yang disampaikan  pemerintah terutama protokol kesehatan, guna untuk menekan penyebaran covid -19 . 

Untuk diketahui ,2000 paket sembako dibagikan kepada warga di 11 Kelurahan yakni  Kelurahan Pekayon 100 Paket, Kelurahan Baru 100 Paket,  Kelurahan Gedong 75 Paket, Kelurahan Kalisari 75 paket, Kelurahan Ciracas 75 paket, Kelurahan Susukan 75 paket, Kelurahan Rambutan 250 paket, Kelurahan Cibubur 250 Paket, Kelurahan Kelapa Dua Wetan 250 paket, Kelurahan Pondok ranggon 250 paket,  dan Kelurahan Cijantung Gongseng 500 Paket.(*)

Panglima TNI Cek Penerapan Aplikasi Silacak Dan Inarisk Di Puskesmas Halim Perdanakusuma Jaktim

Jakarta, nusantarabicara.co - Usai mengecek tenaga tracer di Kel. Maguwoharjo Kapanewon Depok dan Puskesmas Berbah, Kab. Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Setibanya di Jakarta, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito, S.E., M.M., langsung melakukan pengecekan Tenaga Tracer Covid-19 (Babinsa, Babinpotmar, Babinpotdirga dan Bhabinkamtibmas) yang melaksanakan penerapan aplikasi Silacak (Tracer Digital) di Puskesmas Halim I, Kel. Halim Perdanakusuma, Kec. Makassar, Jakarta Timur, Rabu (28/7/2021).

Kedatangan Panglima TNI di Puskesmas Halim I disambut oleh Kepala Puskesmas Halim I Ibu dr. Aminah Fitria, Kepala Puskesmas Makassar Ibu dr. Viena dan Lurah Halim Perdanakusumah Bapak Eric Dasya R. dan mendapatkan penjelasan terkait pelaksanaan tugas penanganan Covid-19 di Puskesmas.


Di sela-sela peninjauannya, Panglima TNI berdialog dengan salah satu dokter puskesmas terkait berapa persen warga yang sudah melakukan vaksinasi. “Kalau untuk Halim sudah mencapai 61 persen”, jawab dokter. “Itu sudah bagus 61 berarti tinggal 9% herd immunity,” kata Panglima TNI.

Sementara kepada salah satu anggota Babinsa yang bertugas, Panglima TNI juga menanyakan prosedur penanganan kasus tiga orang yang positif Covid-19 di Puskesmas Halim I. Apa sudah di antigen, PCR, pelacakan kontak erat, berapa yang sudah dilakukan tracing kontak erat dan berapa lama isolasi mandiri.

“Tiga orang tersebut sudah di PCR dan hasilnya positif. Mereka akan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari,” jelas Babinsa kepada Panglima TNI.

Panglima TNI menyampaikan bahwa jika ada warga yang terkonfirmasi Covid-19 harus segera dilakukan tracing kontak erat kepada 15 orang terdekat dan melaksanakan swab antigen, kemudian lakukan isolasi mandiri selama 5 hari. Setelah itu melakukan swab PCR, jika masih positif kembali melaksanakan isolasi, kalau ada warga tidak mau diswab PCR, harus melaksanakan isolasi selama 14 hari.

“Prosedurnya betul dilakukan isolasi mandiri 14 hari, setelah 14 hari dilaksanakan tes PCR ulang. Tapi sebetulnya kalau positif begini, dokter-dokter sudah tahu kalau dia OTG ringan, sedang atau berat,” ujarnya.

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya  Asops Panglima TNI Mayjen TNI Syafruddin,S.E., M.M., M,Tr.(Han), Aster Panglima TNI Mayjen TNI Madsuni, S.E., Kapuskes TNI Mayjen TNI Dr. dr. Tugas Ratmono, Sp.S., MARS, M.H., Kapuspen TNI Mayjen TNI Prantara Santosa, S.Sos., M.Si., M.Tr.(Han) dan Pangkoopsau I Marsda TNI Ir. Tedy Rizalihadi S., M.M.(Puspen TNI)


Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad Door To Door Beri Layanan Kesehatan dan Edukasi Warga Patuhi Prokes


JAKARTA, nusantarabicara.co -  Sebagai wujud kepedulian sekaligus membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan, Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad menggelar pengobatan keliling secara Door to Door kepada warga masyarakat perbatasan RI-RDTL, sekaligus mengedukasi warga untuk mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Komandan Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Yonarmed 6/3 Kostrad, Letkol Arm Andang Radianto, S.A.P., dalam keterangan tertulisnya di Miomaffo Barat, Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (27/7/2021).

Dijelaskan Dansatgas,  kegiatan pelayanan kesehatan secara Door to Door sengaja dilakukan Satgas karena masih dalam situasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM),  sehingga banyak masyarakat yang takut untuk beraktivitas di luar rumah. Ditambah masih meningkatnya kasus Covid-19 belakangan ini, maka semakin menambah kekhawatiran masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya ke Rumah Sakit atau Puskesmas terdekat.


"Di masa pandemi ini banyak sekali masyarakat yang takut untuk memeriksakan kondisi kesehatannya, untuk itu saya memerintahkan Tim Kesehatan Satgas Pamtas Yonarmed 6/3 Kostrad untuk terus gencar melakukan pelayanan kesehatan secara door to door agar mengetahui bagaimana kondisi kesehatan warga binaannya", ujar Dansatgas. 

Selanjutnya Dansatgas menuturkan bahwa kegiatan pemberian pelayanan kesehatan kepada warga masyarakan di perbatasan dilakukan di tiga Kabupaten yaitu Kabupaten Timor Tengah Utara, Kabupaten Kupang, dan Kabupaten Malaka. 

Selain memberikan pelayanan kesehatan, tim kesehatan Satgas juga memberikan edukasi kepada waga untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan (Prokes)  Covid-19. Hal ini harus terus diingatkan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di perbatasan.

“Selain memberikan pelayanan Kesehatan, tim Kesehatan kita juga memberikan edukasi kepada warga supaya melaksanakan protokol kesehatan. Ini harus kita ingatkan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di perbatasan,” tegasnya.  

Kegiatan ini pun, mendapatkan apresisasi dari warga masyarakat di perbatasan, karena TNI khususnya  Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat yang sudah mau berkunjung ke rumah-rumah untuk memberikan bantuan pelayanan kesehatan, sehingga masyarakat tidak cemas dengan kondisi kesehatannya.

Seperti salah seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapan rasa bangga dan senang biasa memeriksakan kesehatannya tanpa harus pergi ke Puskesmas atau Rumah Sakit. (Dispenad)

Kapolda Metro Jaya Targetkan Pada HUT Kemerdekaan RI, Warga Jakarta Sudah Semua Di Vaksin Dosis Pertama

 


Jakarta Barat, nusantarabicara.co  - Ditargetkan, di hari merdeka 17 Agustus 2021, seluruh warga DKI Jakarta mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19.

Hal itu dipastikan sendiri oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat meninjau vaksin merdeka di SMK Satria, Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (28/7/2021).

Fadil menjelaskan, bahwa pihak Polda Metro Jaya sudah memetakan RW di Jakarta yang capaian vaksinnya masih rendah.


Total ada sekira 900 RW di Jakarta yang penduduknya banyak namun capaian vaksin masih rendah.

Dari 900 RW itu, Polda Metro Jaya akan membentuk posko vaksin Covid-19 bertemakan vaksin merdeka.

"Kami harap bersama Gubernur DKI Jakarta jumlah vaksinasi capai 100 persen saat 17 Agustus 2021 nanti," ujar Fadil.

Fadil menjelaskan, di Jakarta Barat, ada 209 RW yang masih rendah capain vaksinasi.

Misalnya saja di RW 5 dan RW 6 Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat.

Dari kedua RW itu ada sekira 1.750 warga yang belum divaksin. Sehingga apabila dalam sehari 200 warga di satu RW disuntik vaksin, maka delapan hari kemudian capaian target vaksin tercapai.

Vaksin Merdeka juga berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan dalam penyediaan tenaga kesehatan.

Serta Vaksin merdeka di wilayah Jakarta Barat kali ini terselenggara atas kolaborasi Polres Metro Jakarta Barat dan yayasan tunas bakti nusantara.

Dimana para tenaga kesehatan yang terlibat dari dokter, perawat, maupun mahasiswa bidang kedokteran/kesehatan tingkat akhir yang dikoordinir dari yayasan.

"Jadi kalau pejuang dulu angkat bambu runcing kalau sekarang tenaga kesehatan angkat jarum suntik. Sekarang masyarakat tinggal singsingkan lengan baju untuk siap disuntik," terang Fadil.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut kapolda metro jaya Irjen Pol Dr M Fadil Imran, Dir Binmas Polda Metro Jaya Kombes. Pol. Badya Wijaya, Dir Lantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus, Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Pol. Didiet Setioboedi, Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Ady Wibowo, Kapolsek Kembangan Kompol H Khoiri, Dr. Teguh dari yayasan Tunas Bakti Nusantara, para relawan, pengurus Smk Satria dan para peserta vaksinasi.(Eman)

Tanamkan Rasa Cinta Tanah Air Kepada Generasi Muda Papua, Satgas TNI Latihkan Baris-Berbaris

Jayawijaya-Papua, nusantarabicara.co -  Pos Kurulu yang tergabung dalam Kompi Garuda Satgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS melakukan anjangsana ke SMPN 1 Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Rabu (28/07/2021).

Dalam kunjungannya, anggota Pos Kurulu yang dipimpin langsung oleh Letda Inf Edi Sujianto selaku Danpos mendapatkan sambutan langsung dari Kepala Sekolah SMPN 1 Kurulu Ibu Ruch Rombe.

“Saya selaku kepala sekolah mewakili segenap keluarga besar SMPN 1 Kurulu mengucapkan selamat datang dan terimakasih kepada Danpos beserta anggota yang sudah berkunjung ke sekolah kami,” ungkap Kepala Sekolah.


Lebih lanjut, Danpos mengutarakan maksud kedatangannya adalah ingin memberikan wawasan cinta tanah air kepada siswa-siswi di SMPN 1 Kurulu.

Kepala sekolah merespon positif atas apa yang diutarakan Danpos dan memberikan waktu kepada anggota Pos Kurulu untuk memberikan pembekalan tentang sikap cinta tanah air dan juga melatihkan baris-berbaris di Lapangan Upacara SMPN 1 Kurulu.

Ditempat terpisah, Dansatgas Pamrahwan Yonif RK 751/VJS Letkol Inf Dedy Dwi Cahyadi memberikan tanggapan atas kegiatan tersebut.  “Sikap cinta tanah air adalah perilaku yang harus dimiliki oleh setiap warga negara. Ini harus diajarkan sejak dini, terlebih anak-anak usia sekolah. Sehingga tertanam dalam diri mereka untuk mengenal Indonesia dan memiliki rasa cinta pada bangsa dan negaranya,” ujarnya. (Pen Satgas Yonif RK 751/VJS)

Ketum PPWI : Wartawan Harus Hati-hati Terhadap Upaya Penyuapan oleh Oknum Obyek Pemberitaan

GM Parmusi DKI Dan PD Parmusi Jakarta Timur Tebar Takjil Gratis

Pernyataan Presiden KSBSI Agar Buruh Tunda Mudik

PEMBANGUNAN MASJID AGUNG AFKN DI PONDOK PESANTREN NUU WAAR/PAPUA

TERAPI KESEHATAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT OLEH USTADZ FADLAN R. GARAMATAN

Yuk Berwakaf Untuk Pembangunan Ponpes Nuu Waar

Perkembangan Pembangunan Mesjid Di Pondok Pesantren Nuu Waar

.

Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.
 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara