Berbicara Tentang Indonesia

Berbicara Tentang Indonesia
Untuk Melanjutkan Perjuangan Dan Cita-cita "Founding Father" Bangsa Indonesia
Diberdayakan oleh Blogger.
Latest Post

Kelompok Teroris OPM Sasar Hancurkan Pendidikan Masyarakat Papua

Written By Nusantara Bicara on 10 Mei 2021 | Mei 10, 2021


Papua, nusantarabicara.co - Kelompok teroris OPM tak henti-hentinya menebar aksi teror. Mereka seolah-olah menjadikan berbagai fasilitas pendidikan sebagai target sasarannya.

Pada Jumat, (7/5) kemarin, kelompok teroris OPM ini kembali menebar terornya dengan membakar bangunan yang berada di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Bahkan mereka juga menembaki kantor polisi.

Namun, setelah dilakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara, bangunan itu bukanlah rumah penduduk, melainkan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). "Dari hasil olah TKP, diketahui rumah yang dibakar oleh kelompok teroris adalah PKBM," ucap Satgas Humas Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy, Sabtu (8/5/2021).


Lebih lanjut disampaikan Kombes Iqbal, belum diketahui kelompok teroris OPM mana yang menjadi dalang pembakaran. Sampai saat ini tim Satgas Nemangkawi masih mengumpulan informasi dan petunjuk. 

"Olah TKP ini untuk mencari dan mengumpulkan keterangan, petunjuk, barang bukti, identitas tersangka, dan saksi atau korban untuk kepentingan penyelidikan selanjutnya," ujar Kombes Iqbal.

Beberapa hari sebelumnya tepatnya 2 dan 3 Mei lalu, kelompok teroris OPM juga membakar sejumlah fasilitas umum. Tentu saja, sasarannya gedung sekolah, perumahan guru, gedung puskesmas dan akses jalan raya di sejumlah wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua. "Fasilitas yang dibakar dan dirusak yaitu lima ruang kelas SD Mayuberi, rumah dinas guru, gedung lama Puskesmas Mayuberi," ucap Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, saat itu.

Selain itu, kelompok bersenjata yang kini dikategorikan sebagai kelompok teroris itu juga merusak fasilitas Jembatan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni (pintu angin). Bahkan, saat melakukan aksinya itu, kelompok Teroris OPM membagi tugas, ada yang bertugas membakar gedung lama puskesmas dan gedung SD Mayuberi, sementara kelompok yang lain bertugas merusak tiga titik ruas Jalan Mayuberi, Jalan Kimak dan Jalan Wuloni.

"Menurut laporan Bapak Joni Elatotagam, ada banyak sekali pendukung teroris OPM yang membantu melakukan pembakaran gedung sekolah dan puskesmas serta pengerusakan fasilitas jalan," kata Kabid Humas Polda Papua.

Selain itu, jika melihat jauh ke belakang, dalam kurun waktu 3 pekan terakhir, kelompok teroris OPM makin intens melakukan aksi kekerasan di Kabupaten Puncak, Papua, dengan menembak dua orang guru, yakni Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Rande (30), membakar Helikopter, membunuh tukang ojek, membunuh seorang pelajar hingga gugurnya Mayjen TNI (Anumerta) I Gusti Putu Danny Nugraha dan Bharada Komang dari Brimob.

Sampai saat ini, TNI-Polri masih memburu para kelompok teroris Papua ini. Sebab, teroris ini terbagi menjadi beberapa kelompok setiap menebar aksi teror. (**)

12 DKM Mesjid Di Wilayah Tambora Hari Ini Serentak Mendapat Bantuan Dari Polsek Tambora

Written By Nusantara Bicara on 9 Mei 2021 | Mei 09, 2021

 


Jakarta, nusantarabicara.co - Sebanyak 12 DKM mesjid di wilayah kec tambora mendapatkan bantuan sarana dan prasarana ibadah dari kepolisian sektor tambora yang dilaksanakan secara serentak hari ini. 

Kapolsek Tambora Kompol Moh Faruk Rozi SH SIK MSI menerangkan bahwa jajaranya telah melaksanakan kegiatan serentak berupa pemberian bantuan kepada para DKM mesjid yang tersebar di 11 kelurahan yang ada di kecamatan tambora. 



“Masing- masing kelurahan kita pilih satu mesjid untuk diberikan bantuan sarana dan prasarana yang dapat menunjang pelaksanaan ibadah, terkecuali kelurahan kalianyar yang sengaja kita pilihkan 2 mesjid karena jumlah penduduknya besar” ujar Faruk 9/5/21.

Faruk menambahkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menindak lanjuti program kapolda metro jaya Ramadhan barokah di bidang Peremajaan 1000 mesjid, adapun sarana dan prasarana yang diberikan bervariasi antara lain : pemberian bantuan semen, cat dinding, alat kebersihan, alquran, jam dinding, sajadah, dan alat pencuci tangan serta alat penyemprotan disinfektan. 



Pada kesempatan yang lain kanit binmas Polsek tambora Iptu Ahyar Muiz S.sos menerangkan bahwa program peremajaan 1000 mesjid ini sudah dilaksanakan sejak awal bulan suci ramadhan dan hampir menyentuh seluruh mesjid dan musholla di seluruh wilayah kecamatan tambora. 

Ahyar muiz menerangkan bahwa para bhabinkamtibmas aktif memberikan bantuan sarana dan prasarana ketika melaksanakan sholat berjamaah, baik sholat tarawih maupun sholat shubuh berjamaah. 

Bhabinkamtibmas selain melaksanakan sholat berjemaah dan memberikan bantuan juga menyampaikan pesan2 kamtibmas, prokes 5 M, program vaksinasi dan larangan mudik lebaran tahun 2021” ujar ahyar.(Eman) 

Panglima TNI Dan Kapolri Bersama Ketua DPR RI Serta Beberapa Menteri Tinjau Lokasi Penyekatan Mudik 2021


Jakarta, nusantarabicara.co - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo dan Ketua DPR RI Puan Maharani, Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi serta Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Doni Monardo, meninjau lokasi penyekatan mudik 2021 di Pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung dan Merak Provinsi Banten, Minggu (9/5/2021).
 
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama rombongan take off menggunakan Helikopter menuju Helipad Dermaga IV Pelabuhan Bakauheni Provinsi Lampung dari Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta Timur.

Tiba di Kantor ASDP (Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Indonesia Ferry) Pelabuhan Bakauheni, Panglima TNI bersama rombongan menerima paparan dari Karo Ops Polda Lampung tentang penyekatan arus lalu lintas di wilayah Polda Lampung, dilanjutkan peninjauan area Pelabuhan Bakauheni.
 
Selanjutnya Panglima TNI bersama rombongan menuju Pelabuhan Merak Provinsi Banten. Tiba di Eksekutif Dermaga 6 Pelabuhan Merak, Panglima TNI bersama rombongan menerima paparan dari Dirlantas Polda Banten tentang penyekatan arus lalu lintas di wilayah Polda Banten, dilanjutkan melaksanakan peninjauan area Pelabuhan Merak.

Usai meninjau lokasi penyekatan mudik 2021 di Pelabuhan Bakauheni dan Merak, Panglima TNI bersama rombongan menuju Brebes Jawa Tengah dalam rangka mengecek Pos Penyekatan Tol Pejagan KM 248 (GT Pejagan) dan menerima paparan dari Dirlantas Polda Jateng tentang penyekatan arus lalu lintas di wilayah Polda Jateng. Usai meninjau Pos Penyekatan Tol Pejagan Brebes, Panglima TNI dan rombongan menuju Semarang Jawa Tengah.(Puspen TNI) 
 


Bamsoet Minta Negara Tutup Pintu Damai Untuk Teroris OPM


Papua, nusantarabicara.co - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo kembali menyerukan pernyataan kontroversial tentang penindakan teroris OPM Papua. Bamsoet sapaan akrabnya menolak penyelesaian masalah Papua dengan diskusi.

Bamsoet menyerukan tindakan tegas, meski seperti sebelum - sebelumnya, tanpa merinci tindakan tegas apa yang dimaksud. 

"Ketika saya membuat pernyataan untuk mendorong negara segera bersikap tegas terhadap teroris OPM di Papua, rangkaian aksi tidak berperikemanusiaan mereka telah menelan jumlah korban tewas sedikitnya 110 jiwa, meliputi warga sipil serta prajurit TNI-Polri," Bamsoet, dalam keterangan pers, Sabtu (8/5/2021).

"Teroris OPM membunuh Kabinda Papua, membakar sekolah dan merusak properti warga. Apakah diskusi bisa dengan sendirinya menghentikan kebrutalan teroris OPM membunuh dan meneror warga sipil Papua? Lalu, harus berapa lama lagi negara membiarkan mereka leluasa melakukan pembunuhan dan menebar teror di Papua?," tambah Bamsoet.

Soal desakan mengupayakan pendekatan damai, Bamsoet pesimis. Ia mengajak segala pihak membuka catatan tentang berbagai upaya dan pendekatan damai yang dilakukan pemerintah Indonesia di Papua selama ini.

Upaya damai yang dilakukan pada zaman Habibie tahun 1998-1999, misalnya. Kala itu, melalui Panglima TNI Jenderal Wiranto, Indonesia telah meminta maaf dan mencabut status Daerah Operasi Militer (DOM) di Papua. Habibie juga menyatakan masalah Papua diselesaikan lewat jalur diplomasi.

Pendekatan damai itu dilanjutkan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 1999. Bahkan Gus Dur mengganti nama Irian Jaya menjadi Papua serta memperbolehkan pengibaran bendera Bintang Kejora. 

Pendekatan damai dengan teroris OPM juga digagas pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tahun 2004-2014. Melalui staf khususnya, SBY menegaskan tak ada pendekatan lebih cocok di Papua selain pendekatan damai. Ketika beberapa anggota TNI tewas dalam baku tembak dengan kelompok bersenjata.

SBY tetap mengedepankan jalur diplomasi. Bahkan,  pada 9 November 2011, SBY menunjuk Farid Husain sebagai juru runding pemerintah dengan tokoh-tokoh masyarakat Papua, termasuk dengan Tentara Pembebasan Nasional (TPN) Papua.

Di zaman Jokowi, kata Bamsoet, Jokowi banyak menahan diri menghadapi teroris OPM. Bamsoet mengklaim Jokowi melanjutkan pendekatan damai itu dengan upaya meningkatkan kesejahteraan warga Papua.

Bamsoet merinci, sejak menjabat Presiden, Jokowi setidaknya sudah sebelas kali mengunjungi Papua dan Papua Barat. Dia juga menyebut Jokowi memprioritaskan pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) sebagai kerangka besar solusi konflik di Papua.

Jokowi menerapkan kebijakan BBM satu harga hingga membangun serat optik Palapa Ring. Namun, kata Bamsoet, negara tak boleh berdiam diri ketika pendekatan damai direspons dengan kekerasan.

Bamsoet menambahkan, penerapan sikap tegas negara terhadap teroris OPM di Papua mestinya dipahami sebagai inisiatif negara menghentikan pembunuhan dan teror berkelanjutan terhadap warga sipil setempat. Komentar dan ratapan para elite serta para pemerhati di Jakarta selama ini terbukti tidak bisa menghentikan konflik di Papua. (**)

Pimpinan Kelompok Teroris OPM Tega Tipu Keluarga Sendiri

 


Papua, nusantarabicara.co - Kejahatan Kelompok teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) dinilai sudah dikenal sejak lama. Mulai dari membunuh guru, membantai warga, hingga membakar sekolah tempat anak-anak Papua belajar merajut masa depan, sudah lama menjadi berita. 

"Ibaratnya sebuah keluarga, para pimpinan teroris Papua itu tak lebih dari jenis orang yang tega menipu anggota keluarga sendiri,” kata Ketua Aliansi Mahasiswa dan Milenial Indonesia (AMMI), Nurkhasanah, Jumat (7/5/2021). 

Nurkhasanah menunjuk kisah Tenius Tebuni, seorang eks anggota teroris OPM yang bertahun-tahun mengikuti kelompok teror itu melakukan petualangan kriminalnya meneror warga Papua. 

Untunglah, kata Nurkhasanah, Tenius Tebuni yang menjadi anggota Kelompok Teroris OPM dari kelompok teroris Rambo Lokbere pimpinan teroris Egianus Kogoya itu akhirnya sadar. Tebuni kini kembali ke pangkuan NKRI dan menyatakan tobat. 

“Dia bilang, selama bertahun-tahun menyaksikan kekejaman kelompoknya, hatinya menjerit tiap kali menyaksikan penyiksaan dan kekejian yang dilakukan kelompoknya terhadap warga. Bukan hanya warga Papua yang berasal dari pendatang, tapi juga warga asli," kata dia. 

Menurutnya, orang-orang asli Papua yang direkrut kelompok teroris OPM seperti Tenius Tebuni, bukan jenis orang yang punya kehendak macam-macam. Mereka orang-orang sederhana yang urusannya pun tak lebih dari hal-hal primer semata. 

“Tenius bilang, mereka direkrut teroris OPM dengan janji cukup makan, rokok dan uang.  Namun seiring berjalannya waktu, janji tersebut tak satu pun pernah terwujud," jelas Nurkhasanah. 

Dia berharap, akan lebih banyak lagi Tebuni-Tebuni lain yang sadar bahwa apa yang mereka lakukan hanya menggapai fatamorgana sembari terus menumpuk dosa. Sejatinya memang kian banyak anggota Teroris OPM yang sadar dan kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi. 

Selasa (5/5) lalu, Menurut berita yang dibagikan Instagram resmi Divisi Humas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), sekelompok eks teroris OPM yang dikepalai Gubernur Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) Alex Hamberi beserta 17 orang anggota kelompoknya kembali memeluk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Alex turun gunung membawa anggotanya ke Kampung Sima, Distrik Your, Kabupaten Nabire, Papua, untuk menandatangani pernyataan sikap ikrar setia ke NKRI. Selain orang-orang tersebut, lima anggota lainnya berhalangan hadir, namun mengikuti langkah rekan-rekan mereka untuk kembali ke pangkuan NKRI. 

Nurkhasanah mengatakan, penyerahan diri sejumlah anggota NRFPB itu tak lepas dari usaha aparat keamanan yang tak jemu mendekati dan penggalangan. Dengan begitu, lama-lama kelompok tersebut dengan sepenuh hati dan tanpa tekanan maupun paksaan menyatakan berhenti dari petualangan mereka, keluar dari aktivitas terror kelompok teroris OPM. 

“Jadi wajar bila AMMI menyatakan penghargaan dan rasa hormat untuk semua kiprah kebaikan yang terus berkesinambungan dilakukan aparat Polri dan TNI di Papua. Mereka itu orang-orang khusus dengan hati tulus, karena mampu bertahan untuk memberi kebaikan sekali pun di dalam negeri kurang diapresiasi," pungkasnya. (**)

Ketum PPWI : Wartawan Harus Hati-hati Terhadap Upaya Penyuapan oleh Oknum Obyek Pemberitaan

GM Parmusi DKI Dan PD Parmusi Jakarta Timur Tebar Takjil Gratis

Pernyataan Presiden KSBSI Agar Buruh Tunda Mudik

PEMBANGUNAN MASJID AGUNG AFKN DI PONDOK PESANTREN NUU WAAR/PAPUA

TERAPI KESEHATAN DAN PENGOBATAN PENYAKIT OLEH USTADZ FADLAN R. GARAMATAN

Yuk Berwakaf Untuk Pembangunan Ponpes Nuu Waar

Perkembangan Pembangunan Mesjid Di Pondok Pesantren Nuu Waar

.

Tentara bukan merupakan suatu golongan di luar masyarakat, bukan suatu kasta yang berdiri di atas masyarakat. Tentara tidak lain dan tidak lebih dari salah satu bagian masyarakat yang mempunyai kewajiban tertentu.
 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara