Home » , » Aksi Unras Jelang Pelantikan Presiden Adanya Dugaan Ditunggangi Kelompok Anarko

Aksi Unras Jelang Pelantikan Presiden Adanya Dugaan Ditunggangi Kelompok Anarko

Written By Nusantara Bicara on 11 Okt 2019 | Oktober 11, 2019


Jakarta, nusantarabicara.co - Bukti aksi unjuk rasa beberapa hari terakhir telah menemukan adanya dugaan  ditunggangi kelompok anarkis bernama Anarko.

Menurut salah seorang yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan, kelompok Anarko tersebut menyusup untuk memprovokasi massa agar aksi berakhir anarkis. Kelompok Anarko tersebut, memulai provokasi dari media sosial hingga di lapangan langsung.




"Mereka melakukan aksi anarkisme setelah di atas pukul 18.00 WIB, setelah massa mulai membubarkan diri,"terang dia, Kamis (10/10/19).

Rencananya pelantikan Presiden-Wakil Presiden RI yang akan berlangsung 20 Oktober mendatang diduga akan disusupi kelompok anarko yang akan berbuat anarkis.

"Tujuan akhirnya adalah menggagalkan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih nanti para mahasiswa akan turun kejalan pada 14 Oktober mendatang ," ucapnya.

Terlebih lagi, aksi unjuk rasa mahasiswa Trisakti yang akan turun ke jalan saat menjelang pelantikan presiden  akan ditunggangi oleh paham  Anarko.

Dimana dirinya melihat beberapa orang yang melakukan atau menandai disekeliling/sekitar kampus Trisakti terlihat jelas dibeberapa tembok adanya cat atau tulisan bergambar anarko tak hanya itu saja terlihat jelas spanduk berbau provokatif terpapang disekitar lokasi maupun jembatan penyeberangan imbuhnya

Seperti diketahui pada pemberitaan media di detik news dengan judul Mahasiswa Trisakti Cs beri Deadline Jokowi soal perppu KPK;maksimal 14/10 pada alinea ke empat menerangkan bahwa " Kalaupun sampai 14 Oktober tidak ada juga diskusi tersebut dan tidak ada statement dari presiden, kita pastikan mahasiswa akan turun kejalan dan lebih besar lagi imbuhnya "

Maupun salah satu politikus PDI-P adian Napitupulu saat dialog di salah satu TV swasta dengan tema perppu KPK buah simalakama presiden menerangkan dalam wawancara jika perppu KPK ditolak oleh dpr kemudian ada aksi massa yang turun kejalan melakukan demonstrasi untuk mendorong perppu lagi dirinya mengatakan adanya sebuah pola untuk menciptakan kegaduhan secara sistematis ujarnya

Rakyat Indonesia sangat menyayangkan demo mahasiswa yang konstruktif itu dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk kepentingan di luar penundaan RUU. Demo mahasiswa berubah menjadi brutal karena ditunggangi oleh perusuh yang bertindak anarki agar timbul korban.

"Demonstrasi yang brutal yang saya kira demonstrasi karena dilakukan oleh perusuh. Melawan petugas, melempar batu, meluncurkan kembang api, panah-panah api itu kepada petugas, bergerak di malam hari, dan berusaha menimbulkan korban,"Pungkasnya.(Eman) 
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara