Home » , , » PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST DENGAN KHUSYUK MENGIKUTI IBADAH SENGSARA IV

PERSONIL SATGAS YONIF 713/ST DENGAN KHUSYUK MENGIKUTI IBADAH SENGSARA IV

Written By Nusantara Bicara on 15 Mar 2020 | Maret 15, 2020


Papua, nusantarabicara.co - Personil Satgas Yonif 713/ST yang beragama Kristen dalam minggu sengsara IV ini kembali mengikuti ibadah di gereja yang terletak dekat pos masing-masing. Seperti halnya Pos Kotis yang dengan khusyuk mengikuti ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom Skouw dibawah pimpinan Letda Arm J.Siallagan, S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST) bersama personil Pos Kotis yang beragama Kristen dan Pos Kout di GKI Betlehem Arso 1 Kota Jayapura Provinsi Papua dibawah pimpinan Kapten Inf Simon Freddy Pasaribu bersama personil Pos Kout yang beragama Kristen. Minggu (15/03/2020)

Dalam Ibadah Minggu Sengsara IV ini Pembacaan Alkitab terambil dari Matius 26 : 47 – 56 yang mengambil tema "CIUMAN PENGKHIANATAN" 



Peristiwa penangkapan Yesus di Taman Getsemani menjadi kisah yang luar biasa. Luar biasa karena serombongan orang yang datang menangkap Yesus belum secara pasti mengenal Yesus. Dalam Injil Sinoptik Yudas mengidentifikasikan Yesus kepada prajurit dengan cara mencium Yesus atau lebih dikenal “ ciuman Yudas ”, Yudas berkata: orang yang akan kucium, itulah Dia, tangkaplah Dia, lalu majulah Yudas mendapatkan Yesus dan berkata: “ Salam Rabi”, lalu mencium Dia, ciuman merupakan ungkapan kasih sayang kepada seseorang. Dalam cara keagamaan, ciuman dianggap sebagai tindakan Suci, lihat Paulus kepada Jemaat di Korintus, Roma dan Tesalonika, selalu menekankan salam dengan kata cium Kudus, tetapi... Ciuman Yudas...bukan kasih sayang dan hormat kepada Yesus, tetapi “Ciuman Pengkhianatan” yakni, Ciuman kebaikan dibalas dengan kejahatan: dengan Ciuman Yudas menjual, mengkhianati Yesus, Guru Kebenaran untuk di Salib. 

Ciuman yang seharusnya dipakai oleh Yudas untuk menunjukkan rasa hormat dan kasih kepada Yesus yang harus di saksikan kepada orang banyak untk menghormati Yesus, kini Ciuman itu berubah menjadi “ Ciuman kejahatan ”. Yesus mengetahui bahwa Ciuman Yudas yang jahat itu; karena itu Yesus berkata: “ Hai teman, untuk itukah engkau datang?. Sesuatu yang tidak menyenangkan, tetapi yang tidak menyenangkan itu tetap di jalani Yesus dalam ketaatan kepada Sang Bapa.


Bagaimana dengan hidup kita, kesaksian, pelayanan, apakah dengan sungguh-sungguh mengasihi Yesus dibuahkan dengan tindakan hidup yang benar dengan memuliakan Tuhan, sehingga banyak orang mau mencari Yesus?. Tuhan sudah berikan hikmat kepada kita, untuk lebih dewasa dalam melayani hidup ini. Situasi yang tidak menyenangkan disekitar kehidupan kita merupakan teman, yang hanya dapat kita jalani dengan berserah kepada Dia, Yesus Tuhan, sahabat setia.

Simon mengatakan kalau kita mengasihi Yesus, maka kita dapat mengendalikan diri kita di bawah kuasa kasih Yesus; belajar dari Petrus yang tidak dapat mengendalikan diri, ia memutuskan telinga hamba imam, Yesus ingatkan kita, sebab kita tidak dapat mengendalikan diri, kita akan binasa diatas perbuatan kita sendiri. Iman kepada Yesus Kristus harus dibuktikan dalam perbuatan baik.(Pen Satgas Yonif 713 /ST) 
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara