Home » , , » IBADAH DI TENGAH PANDEMI COVID 19

IBADAH DI TENGAH PANDEMI COVID 19

Written By Nusantara Bicara on 26 Apr 2020 | April 26, 2020


Papua, nusantarabicara.co - Dengan Physical Distancing (jaga jarak) jemaat Pospel GKI Oikumene Edom Skouw Perbatasan RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua yang di dalamnya terdapat Personil Pos Kotis Satgas Yonif 713/ST yang beragama Kristen dan Jemaat Gereja Santo Mikael Distrik Arso Timur Kab. Keerom Kota Jayapura Provinsi Papua yang di dalamnya terdapat personil Pos Kaliasin yang beragama Kristen melaksanakan ibadah Minggu di tengah merebaknya Virus Covid 19, hal ini dilakukan dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak (Psysical Distancing). Minggu (26/04/2020)

Ibadah di Pospel GKI Oikumene Edom dipimpin oleh Guru Injil Thomas Manupandu yang berdomisili di Mosso dan di ikuti personil Pos Kotis yang beragama Kristen dibawah pimpinan Lettu Arm Jeckson Siallagan S.Th (Pabintal Satgas Yonif 713/ST) dan ibadah di Gereja Santo Mikael Kibay dipimpin oleh Pendeta Yulianus Kuntui yang berdomisili di Kibay dan di ikuti oleh Personil Pos Kaliasin yang beragama Kristen dibawah Pimpinan Serda Rahel (Danru 1 Pos Kaliasin Satgas Yonif 713/ST) dan pembacaan Alkitab terambil dari LUKAS 24:36-49 dengan Tema: 
KEBANGKITAN KRISTUS MEMBERI KEKUATAN 


Ketidak berdayaan dan hilangnya sosok yang di kagumi dan di hormati oleh murid – murid Yesus tentang kematian-Nya, telah melumpuhkan semangat iman yang menyala – nyala saat bersama Yesus. 

Dalam kesendirian dan hilangnya harapan membuat murid – murid merasa takut akan kehidupan yang hendak di jalani. Sampai – sampai Yesus yang bangkit sesuai janji-Nya di anggap hantu. Hal ini menunjukkan bahwa murid – murid telah tenggelam dalam ketidak pastian hidup yang kosong dan hampa tanpa Yesus.


Selama kita masih hidup dalam dosa, maka kita adalah orang orang yang tidak percaya akan kebangkitan Tuhan Yesus dan masih melihat Tuhan Yesus sebagai bayangan kematian yang ada hidup dan sedang berada di sekitar kita sebagai bayangan yang kosong dan tidak berpengaruh, inilah orang – orang yang percaya Yesus sebagai hantu atau bayangan kosong yang sedang dipercayai dan di sembah. Hal inilah yang menyebabkan mereka terus dan terus hidup dalam dosa sampai saat ini. 


Sebaliknya, jika kita sebagai orang Kristen yang percaya Yesus dengan sungguh dan benar, maka kita melihat Yesus sebagai Yesus yang adalah benar - benar Yesus yang akan tinggal tetap bersama kita.(Pen Satgas Yonif 713/ST) 
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara