Home » , , , » SATGAS HADIRI IBADAH PASKAH DI TENGAH KEPRIHATINAN COVID 19 DENGAN MENJAGA JARAK AMAN

SATGAS HADIRI IBADAH PASKAH DI TENGAH KEPRIHATINAN COVID 19 DENGAN MENJAGA JARAK AMAN

Written By Nusantara Bicara on 12 Apr 2020 | April 12, 2020


Papua, nusantarabicara.co - Ibadah Paskah 12 April 2020 kali dirayakan dalam suasana keprihatinan dimana dilaksanakan di tengah maraknya virus corona covid 19 yang telah menelan banyak korban jiwa tidak terkecuali Indonesia saat ini, sehingga pelaksanaan perayaan Paskah yang biasanya dilaksanakan subuh hari untuk tahun ini banyak dilaksanakan secara live streaming alias dilaksanakan dengan menggunakan teknologi dengan pelayan-pelayan melaksanakan di gedung gereja sementara jemaat mengikuti dari rumah masing-masing. Namun itu semua tidak mengurangi makna dari Paskah itu sendiri bahwa Yesus telah bangkit dari kematian mengalahkan maut untuk memberikan hidup bagi setiap orang yang percaya kepadaNya. Tetapi Personil Satgas Yonif 713/ST Pos Kotis yang beragama Kristen masih berkesempatan mengikuti ibadah Paskah di Pospel GKI Oikumene Edom Perbatasan RI-PNG Distrik Muara Tami Kota Jayapura Provinsi Papua walaupun dilaksanakan tidak pada subuh hari seperti biasanya.

Dan ibadah Paskah kali ini di pimpin oleh Pabintal Satgas sendiri Lettu Arm Jeckson Siallagan, S.Th yang mengambil pembacaan Alkitab dari 
MARKUS 16:1-8. Dengan TEMA "YESUS SUDAH BANGKIT IA HIDUP DAN BERKUASA" 


Dalam kotbahnya Pabintal menyampaikan bahwa berita kebangkitan Yesus harus dimaknai sebagai titik-tolak baru 
untuk membaharui iman, pengharapan dan kasih untuk menghidupkan kembali semangat yang lemah, keberanian yang 
sudah tidak berdaya berdasarkan kuasa kebangkitan Yesus. Manusia dan dunia harus belajar dari semangat iman dan kerinduan perempuan-perempuan yang selalui merindukan perjumpaan dengan Yesus, seperti disaksikan dalam ayat 1 dan 2. 

Berita kudus bagi dunia dan manusia adalah jangan takut, Yesus 
yang tersalib telah bangkit, Ia tidak ada di sini. Berita yang 
disampaikan kepada perempuan-perempuan yang mengunjungi kubur Yesus oleh orang muda yang memakai jubah putih 
membuktikan bahwa Yesus hidup, Ia berkuasa, Ia mengalahkan 
kuasa kematian. Kebangkitan, kubur yang kosong adalah tanda dan bukti bahwa Ia adalah pemenang. Kebangkitan Yesus menjadi bukti bahwa Ia telah melucuti, mengalahkan segala kuasa dosa dan maut yang pada mulanya berkuasa atas hidup manusia dan menuntun manusia kepada kematian.


Kebangkitan Yesus adalah suatu fakta, kenyataan dalam sejarah 
keselamatan Allah yang digenapkan dalam diri Anak-Nya Yesus 
Kristus. Oleh karena itu, kebangkitan Yesus adalah berita yang 
kudus, berita yang tak terbinasakan tentang keselamatan kekal yang tersedia bagi orang yang percaya kepada-Nya. Berita kebangkitan tidak boleh didiamkan, tidak boleh dijadikan milik pribadi, berita 
kebangkitan tidak untuk dikagumi, tetapi dimaknai, dipelihara dan diberitakan di dalam keluarga, jemaat, dan masyarakat.(Pen Satgas Yonif 713/ST) 
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara