Berbicara Tentang Nusantara

Berbicara Tentang Nusantara
Media Penerus Perjuangan Dan Cita-cita "Founding Father" Bangsa Indonesia
Home » , » Pengabdian GMRI Untuk Masyarakat "Kampung Tangguh Lintas Agama Bersama Bunda dan Polri

Pengabdian GMRI Untuk Masyarakat "Kampung Tangguh Lintas Agama Bersama Bunda dan Polri

Written By Nusantara Bicara on 30 Agu 2021 | Agustus 30, 2021


 Penulis : Jacob Ereste 

Kesadaran dan pemahaman serta laku spiritual yang diidolakan GMRI, agar amanah yang diemban dapat diusung melalui sirotal mustakim sampai pada perkampungan rabbul alamin

Jadi insyaalah bhakti sosial GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) dalam bentuk alat penyulingan air mineral gratis pada hari Selada, 31 Agustus 2021 pulul 11.00 akan dilaksanakan di Sawah Besar Jakarta Pusat dengan sebutan populer "Kampung Tangguh Lintas Agama" bersama Polri dan peranan terdepan dari Emak-emak yang behimpun dalam Aspirasi Indonesia dalam lintas agama.

Kata Eko Sriyanto Galgendu, peranan Bunda dalam Lintas Agama ini merupakan energi kekuatan sebagai motor penggerak sekuruh aktifitas sosial bagi kemasyarakat guna menghadapi beragam masalah seperti pandemi covid -19 ataupun dampak ekonomi dan dampak sosial lainnya. Dan para Bunda dalam Kampung Tangguh Lintas Agama ini akan terus bersinergi dan memperkuat Kampung Tangguh Jaya atau Kampung-kampung Pancasila lain yang sudah ada sebelumnya.


Demikian ungkap Ketua Umum GMRI Eko Sriyanto Galgendu, Senin, 30 Agustus 2021 di Sekretariat GMRI Jl. Juanda Raya No. 5 Jakarta Pusat. Dan aksi sosial ini menurutnya menandai program GMRI mulai berjalanan seperti akan segera menyusul serangkauan acara safari yang dimulai keliling Jawa.

Semua itu dilakukan, kata Eko Sriyanto Galgendu yang juga menekuni usaha kuliner terbilang sukses dengan sajian makanan khas Wong Solo ini, semata-mata untuk membangun gerakan kebangkitan spiritual bangsa Indonesia agar dapat menjadi basis pertahanan dan ketahanan budaya bangsa secara semesta guna menghadapi beragam tantangan pada era global yang semakin berat dan menggoda keimanan serta keyakinan dalam konteks berbangsa dan bernegara.


Eko Sriyanto Galgendu berharap pada segenap elemen bangsa dapat ikut berpatisipasi aktif memberikan dukungan moral demi dan untuk kebangkitan kesadaran spiritual seluruh anak bangsa agar kemudian dapat menjadi pemimpin yang bermoral akhlakul karimah yang pengemban amanah rakyat dalam bidang serta kapasitas kiprahnya masing-masing.

Karena kalau merujuk pada tuntunan agama maupun petuah para leluhur, kata Eko Sriyanto Galgendu sekaku pengemban amanah rekonsiliasi dari Gus Dur, Susuhunan Paku Buwono XII, Habib Khirzin serta tokoh lintas agama di Indonesia sejak 20 tahun silam ini, sesungguhnya setiap orang itu adalah pemimpin, seperti yang banyak disebut dalam dalam kitab suci dari langit itu, katanya.

Amanah kepemimpinan yang bersifat illahiah inilah dasar pijak GMRI untuk berbuat yang terbaik untuk alam raya dan seisinya, seperti pemaknaan pada yang dimaksud dari pemahanan kita pada kalimatullah; rachmatan lil alamin.

Karena itu, ragam kegiatan dalam bentuk lain, terutama seperti dialog, diskusi serta lainnya untuk membuka cakrawala pandang bagi GMRI siap menyambangi semua pihak untuk mendapat masukan maupun saran agar gerakan kebangkitan kesadaran spiritual segenap elemen bangsa dapat menjadi penuntun bagi kita terap meniti sirotalmustakim, ujar Eko Sriyanto Galgendu.

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara