www.nusantarabicara.co

www.nusantarabicara.co
MEDIA Penerus Perjuangan CITA-CITA ‘THE FOUNDING FATHERS’ Bangsa INDONESIA
Home » , » SINGA PODIUM NUU WAAR, GETARKAN SEMANGAT PERJUANGAN JAGA BANGSA DAN NEGARA PADA MOMENTUM PERAYAAN 17 AGUSTUS 1945

SINGA PODIUM NUU WAAR, GETARKAN SEMANGAT PERJUANGAN JAGA BANGSA DAN NEGARA PADA MOMENTUM PERAYAAN 17 AGUSTUS 1945

Written By Nusantara Bicara on 18 Agu 2021 | Agustus 18, 2021

Presiden AFKN, Ustadz Fadzlan R. Garamatan (17/08/2021)

Jakarta, nusantarabicara.co - Gelaran perayaan Memperingati Detik-detik Hari Kemerdekaan RI  Tanggal 17 Agustus 1945  yang diselenggarakan (AFKN) Al Fatih Kaaffah Nusantara pada tanggal 17 Agustus 2021 di Pondok Pesantren Nuu Waar, AFKN Setu, Bekasi. Berlangsung penuh haru, hikmat dan semangat berapi-api dari seluruh peserta khususnya Presiden AFKN, Ustdaz Fadzlan R. Garamatan pada saat menyampaikan amanat upacara (17/8/2021).

Di dukung dengan nuansa warna merah putih yang menyolok perhatian, Pondok Pesantren Nuu Waar juga mendesain suasana di sekitar lokasi upacara dengan  nuansa yang penuh dengan nilai-nilai perjuangan dan spiritual, kesucian dan kebersihan terjaga di setiap sudut. 

Detik-detik Penaikan Bendera Sang Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI Ke 76 Tahun di Pondok Pesantren Nuu Waar, AFKN, Kampung Bunut, Desa Taman Sari, Setu-Kab. Bekasi

Momentum hari yang ‘sarat’ dengan sejarah dan peristiwa ‘sakral’ bagi bangsa, dimana pada tanggal 17 Agustus 1945 yang bertepatan dengan bulan Ramadhan. Hari itu adalah awal mula hadirnya perjalanan sebuah  Negara yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Oleh sebab itu, pada hari yang ‘penuh makna’ ini, digunakan oleh Presiden AFKN Ustadz Fadzlan. R Garamatan dengan memakai seragam tokoh pejuang di tahun 1945 untuk mem ‘flash back’ Pengingat dan pemberi semangat kepada generasi sekarang untuk mengikuti serta meneruskan perjuangan tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan pada waktu proklamasi dikumandangkan  di masa  lalu. Dimana momentum Proklamasi yang menyatakan bahwa kita bebas dari penjajahan, buahnya telah berhasil mengukir prestasi dengan menorehkan hadirnya sebuah bangsa dan negara dimana selama 350 tahun ‘Tanah Harapan’ milik pribumi dan penduduk asli Indonesia yang sebelumnya dikuasai oleh negara Asing yang masuk dan mengambil harta kekayaan kembali kepada pemiliknya yang sah. Yaitu, bangsa Indonesia.

Letih dan lelah mewarnai perjuangan merebut ‘ Tanah Harapan. ’ bahkan hingga beratus-ratus tahun lamanya Tanah tumpah darah yang menjadi kebanggaan dan sumber kebahagiaan bagi pribumi dan penduduk asli  serta anak-cucunya kelak, bukan hanya dilihat dari nilai kekayaan yang terkandung di dalamnya namun banyak nilai yang terdapat dari ‘tanah harapan’ tersebut, mungkin kenangan di masa kecil atau nilai-nilai lain yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.

Danramil Setu selaku Komandan Upacara menyampaikan Laporan Kepada Inspektur Upacara Presiden AFKN, Ustadz Fadzlan R. Garamatan. (17/08/2021) 

Sebab itulah, sebagai penghormatan atas pengorbanan para pejuang di masa lalu dan bentuk kecintaan kepada Tanah Air Indonesia. Yayasan Al Fatih Kaaffah Nusantara dibawah naungan Ustadz Fadzlan Garamatan selalu mengadakan  perayaan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945 setiap Tahunnya di Pondok Pesantren AFKN-Nuu Waar. Kali ini, ada yang sedikit agak berbeda. Dimana ada suatu suasana bathin yang menggayut kelabu pada para hadirin dan peserta, dikarenakan melihat nasib Ibu Pertiwi dari Sabang sampai Merauke yang sedang dilanda Pandemi Covid 19, menurut data tim satgas Covid-19 jutaan anak bangsa telah diserang, Ratusan ribu nyawa putra dan putri bangsa Indonesia pun telah direngut dan melayang.

Disamping itu, dampak dari serangan Pandemi covid 19 itu membuat jutaan kepala keluarga dari keluarga miskin dan menengah kehilangan pekerjaan menambah banyaknya jumlah pengangguran dan angka kemiskinan, namun yang menggelitik, pada Pandemi Covid 19 ini ada juga pejabat yang korupsi mengambil keuntungan dan beberapa orang kaya dan pejabat justru melaporkan harta kekayaannya malah bertambah banyak.

 

Menyikapi suasana kelabu yang melanda negeri pada HUT kemerdekaannya yang ke 76 Tahun, Presiden AFKN Ustadz Fadzlan. R Garamatan mengungkapkan bahwa “Kemerdekaan artinya kita bebas penjajahan, bebas dari virus, bebas dari wabah, bebas dari segala yang menghalangi jiwa raga. Kita harus bangkit menyelamatkan bangsa, jiwa raga ini adalah jiwa raga bangsa.”

Ustadz menambahkan. Di dalam kondisi apapun, masyarakat indonesia harus bersatu dan tetap semangat menjaga kedaulatan bangsa dan negara. Bila ada orang, golongan, kelompok yang ingin menggerogoti bangsa ini maka ia akan berhadapan dengan rakyat Indonesia. 

 

“Rakyat Indonesia diam bukan berarti bodoh, diam bukan berarti takut tapi waspadalah yang diam itu adalah energi NKRI harga Mati,” tegas Ustadz Fadzlan.

Ceritakan sejarah yang benar kepada generasi bahwa bangsa ini diperjuangkan oleh titik darah, air mata, anak negeri ini, tidak ada siapa-siapa di dalam nya, tiada orang asing ikut terlibat di dalamnya. Yang ada adalah darah daging Negara Kesatuan Republik Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. 

 

Maka itu, “Wahai generasi muda jangan berpangku tangan, jangan terlena dengan sebutan dengan pujian tapi berdirilah dengan kedaulatan yang kuat, tangguh untuk Indonesia. Kita berada di negeri ini karena ini milik kita sendiri, negeri ini adalah kita, negara ini adalah kita, dan masyarakat adalah kita, pemerintah adalah kita, jaga negeri ini sudah sekian tahun jangan sampai ada wabah, ada virus yang merusak kedaulatan bangsa dan negara,” tandasnya.(PS)    

 

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara