www.nusantarabicara.co

www.nusantarabicara.co
MEDIA Penerus Perjuangan CITA-CITA ‘THE FOUNDING FATHERS’ Bangsa INDONESIA
Home » , , » Eko Sriyanto Galgendu, Ketua Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia : “Kita harus memaksimalkan nilai-nilai spiritual”

Eko Sriyanto Galgendu, Ketua Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia : “Kita harus memaksimalkan nilai-nilai spiritual”

Written By Nusantara Bicara on 16 Okt 2021 | Oktober 16, 2021

Eko Sriyanto Galgendu Ketua dan Penggagas Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia

 
Jakarta, nusantarabicara.co - SEMENJAK Ilmu pengetahuan berkembang pesat sekarang ini, dan kemajuan teknologi mampu merubah tatanan kehidupan di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.  Di antara munculnya hal positif dan yang negatif dari kemajuan perkembangan teknologi itu, banyak hal yang telah berubah, bila kita tidak meng-antisipasi dan menyaring masuknya teknologi yang berkembang dari luar. Maka berbagai macam pihak dan tatanan banyak yang akan tergerus dan terancam keberadaannya, bahkan terancam punah.

Salah satunya yang mengalami degradasi itu adalah nilai-nilai spiritual, karakter dan jati diri bangsa, budaya dan berbagai hal yang ada di bumi pertiwi Indonesia yang kaya akan budaya dan tradisi ini. Kemajuan dan pembangunan teknologi memang telah menyilaukan mata, secara kasat mata pembangunan dan pesatnya ilmu teknologi memang membawa pesona dan daya tarik yang menghanyutkan, tetapi jangan lupa. Manusia Hidup itu harus menjaga keseimbangan. Dimana,  unsur raga yang selalu ingin mengikuti kenikmatan dunia dengan hadirnya kemajuan teknologi. Namun, unsur bathiniah yang berhubungan dengan nilai-nilai spiritual tentang konsep ajaran dari sang pencipta, yaitu Tuhan Semesta Alam janganlah ditiadakan. Dan kita tidak boleh terlalu condong hanya kepada salah satu unsur tersebut.

“Peralihan perubahan yang terjadi sekarang ini membawa manusia dan juga bangsa Indonesia berada di persimpangan Jalan Peradaban.” Kita harus berhati-hati di dalam memilih jalan, persis seperti apa yang Bung Karno pernah katakan. Jalan yang satu adalah Gema Ripah Loh Jinawi, dan jalan yang satunya akan membawa ratapan dan kesengsaraan.

Untuk itulah, saat ini kita membutuhkan pemimpin Spiritual yang mampu untuk menjaga Indonesia dan juga bangsa-bangsa di dunia agar tetap terjadi keseimbangan dari dampak tumbuh pesatnya ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, tutur Eko Sriyanto Galgendu saat berbicara di warung kopi pinggir jalan di area Lapangan Banteng, Jakarta (15/10/2021).

Tanpa adanya nilai-nilai spiritual maka teknologi akan berbahaya dan melumat serta menghancurkan peradaban. “Ibarat kata, bila senjata yang sakti berada di tangan yang salah maka akan terjadi kerusakan dan kehancuran,” lanjut Eko yang membuat dan menggagas Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia (GMRI).

Selama ini kita hanya mempunyai dan mengandalkan pemimpin politik (Presiden) yang berasal dari partai politik tanpa mempunyai pemimpin spiritual yang  dihormati oleh agama-agama yang ada dan mampu menaungi lintas agama di Indonesia.

Maka itu, GMRI yang dimotori Eko Sriyanto Galgendu dan kawan-kawan mendapat sambutan oleh segenap elemen serta simpul-simpul pergerakan yang mendambakan perubahan menuju tatanan peradaban baru dalam siklus peralihan 7 abad babak ketiga sekarang ini menuju jalan yang benar. Seperti yang Bapak Presiden RI Katakan “Gema Ripah Loh Jinawi,”

Karena kalau kita tidak menghadirkan Gerakan Moral Rekonsiliasi  antara pemimpin politik dan penganut nilai-nilai Spiritual, maka kalangan yang hidup dalam  nilai-nilai spiritual akan terdesak keberadaannya, dan sebagai jalan untuk mempertahankan diri dan eksistensinya maka akan terjadi ‘adu kekuatan’ di kemudian hari. Sehingga dengan adanya adu kekuatan itu, kita tidak tahu apakah pemimpin politik yang cenderung dengan mengikuti perkembangan teknologi ataukah kalangan spiritual yang tetap kokoh untuk mempertahankan nilai-nilai ajaran yang diberikan Tuhan yang menang. Ataukah keduanya bisa saling bekerja sama. Sahut Eko Sriyanto Galgendu yang saat ini dirinya sedang mengadakan acara safari ke berbagai tokoh lintas agama dan juga kunjungan ke berbagai daerah untuk menyambangi kelompok relawan GMRI yang berada di berbagai wilayah di Indonesia.

Motor penggerak kebangkitan kesadaran spiritual Eko Sriyanto Galgendu memang membumi sikapnya dan diterima oleh berbagai kalangan. Hal ini tampak, walaupun seorang muslim namun ia mempunyai strata yang lengkap bila dilihat dalam konsep tatanan kasta dalam agama Hindu, dimana walaupun ia mempunyai kasta, Brahmana, Ksatria, Waisya namun ia pun tidak segan untuk berbaur dan berlaku seperti sudra, seperti yang dilakoninya waktu perbincangan dengan penulis di pinggiran lapangan Banteng.

“Kita harus memaksimalkan nilai-nilai spiritual, karena spiritual itu adalah penyeimbang, pembangkit semangat dan penuh nilai-nilai kebaikan, seperti Kejujuran, Penuh kasih sayang dan sifat-sifat terpuji yang lainnya,” tutur Eko Sriyanto Galgendu.   (PS)

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara