Berbicara Tentang Nusantara

Berbicara Tentang Nusantara
Media Penerus Perjuangan Dan Cita-cita "Founding Father" Bangsa Indonesia
Home » , » Semangat Revolusi Dalam Kebangkitan Spiritual Bangsa Indonesia Untuk Menghadapi & Melawan Tantangan Jaman

Semangat Revolusi Dalam Kebangkitan Spiritual Bangsa Indonesia Untuk Menghadapi & Melawan Tantangan Jaman

Written By Nusantara Bicara on 9 Okt 2021 | Oktober 09, 2021


 Penulis :

Jacob Ereste 


Ada ayat langit yang mengatakan orang yang selamat itu adalah mereka yang mampu menggunakan bashirah. Dan sebaliknya orang yang tidak mampu menggunakan bashirah akan celaka. Terkait dengan bashirah ini firman dari langit (An Nur 40) itu yang cukup menerangkan secara jelas bahwa,  "Barangsiapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak akan mempunyai cahaya sedikit pun."  Dalam pengertian umum, bashirah itu adalah inti dari kekuatan non fisik manusia. Sehingga orang yang terbangkitkan bashirahnya akan memiliki suatu kesanggupan mengakses fenomena alam (yang membersit dari langit) hingga mampu menangkap sinyal informasi melalui mata batinnya.

Pendek kata, orang yang memiliki bashirah bagus akan dapat  membaca apa yang tidak bisa dibaca oleh orang kebanyakan.

Wujud bashirah itu bìsa diperoleh melalui mimpi seperti yang diungkap oleh Muhammad Qasim tentang ar-Ru’ya
ash-Shadiqah. Dalam konteks ini ada Sabda dari
Rasulullah SAW menerangkan cukup  gamblang. "Wahai manusia, tidak tersisa dari pemberi kabar ke-Nabi-an,  melainkan mimpi yang baik dan mampu dicerna dengan baik oleh orang yang memiliki bashirah hingga tentang apa yang  diperlihatkan padanya.

Dari sejumlah hadist pun apa yang dimaksud dari Al Mahdi itu adalah pertanda bagi siapa saja yang mendapat petunjuk. Dan petunjuk  bagi akhir zaman itu hanya akan diwujudkan melalui mimpi yang mampu dipahami oleh orang yang bersangkutan.

Syahdan, mimpi itu sendiri dapat dapat dipercaya sebagai bisikan Tuhan. Kesaksian dari para ahli takwilnya (orang alim), semua mimpi itu akan membawa dan memberi keajaiban petunjuk bagi manusia yang memiliki bashirah yang kuat dan selalu terpelihara dengan baik. Dan bagi seorang penulis misalnya, muatan bashirah itu dapat terjaga dan mampu  dipelihara selama orang yang bersangkutan tetap menyadari dan mau serta mampu untuk memeliharanya secara terus menerus, untuk kemudian dapat ditingkatkan sinyal kepekaan daya tangkap bashirah yang dimilikinya.

Dalam konteks ini menurut Eko Sriyanyo Galgendu selaku penggagas gerakan kesadaran spiritual bangsa Indonesia perlu dilakukan serta disosialisasikan secars massif agar segenap warga bangsa Indonesia mampu menghadapi -- atau bahkan semacam perlawanan -- dalam semua bentuk tantangan jaman yang semakin berat dan kompleks.

Adapun essensi dari kebangkitan spiritual bangsa Indonesia itu sendiri tidak dalam kenotasi revolusi. Jika pun ada nuansa revolusi di dalam gerakan kebangkitan spiritual bangsa Indonesia itu hanya sebatas cara pencapaian dari gerakan kebangkitan spiritual bangsa Indonesia itu saja, bukan dalam pengertian tujuan  dari capaian gerakan tersebut. Sebab revolusi -- yang terlanjur  berkenotasi politis itu selalu dianggap dan hanya bermuatan politis saja -- namun makna dari kebangkitan dapat dipahami memiliki dasar pijak dari sumber daya atau suatu kekuatan yang sudah ada -- namun belum maksimal dikembangkan. Itulah sebabnya gerakan kebangkitan spiritual bangsa Indonesia -- GMRI -- senantiasa berpijak pada warisan luhur dari para leluhur.(*)

...Banten, 17 Juli 2021 
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara