www.nusantarabicara.co

www.nusantarabicara.co
MEDIA Penerus Perjuangan CITA-CITA ‘THE FOUNDING FATHERS’ Bangsa INDONESIA
Home » » DI MANA PANCASILA KITA ?

DI MANA PANCASILA KITA ?

Written By Nusantara Bicara on 16 Des 2021 | Desember 16, 2021

 


#Kopisehat_UBM : 

Oleh : Ustadz Buchory Muslim

Da'i - Aktivis - Pendidik & Advokat Muslim

Pengurus Partai Ummat, PARMUSI, IPHI, PPMI

PERADMI, ICMI, BAKOMUBIN & KONCI MAS

_______________________________________


*KITA* tahu, bahwa ada sejarah dan filosifinya, mengapa Pancasila itu dibuat dengan urutan seperti yang kita kenal saat ini, karena yang diusulkan berbeda-beda.

Soekarno misalnya, usulkan sila pertama Kebangsaan, dan yang terakhir Ketuhanan. Sedang Yamin mengawali dengan kebangsaan dan menutup dengan Kesejahteraan.

Namun Ulama-ulama mengarahkan dan akhirnya menjadikan sila pertama adalah Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan diakhiri Keadilan.

Kalau kita cermati, ada pesan-pesan yang sangat penting, dari segi urutan, pemilihan diksi, sampai penjelasan-penjelasan lain yang menunjukkan kentalnya ke-Islaman disitu.

Keadilan misalnya, adalah hasil dari kerakyatan dengan penguasa yang bijaksana dari musyawarah, dan itu semua dari hasil persatuan komponen bangsa.

Persatuan takkan lahir apabila kita tak saling memanusiakan, persatuan itu mustahil bila kita merasa lebih dari yang lain, tapi menjadi kewajiban andai kita menghargai manusia.

Darimana semua itu sumbernya? Ber-Tuhan. Maka agama, pengakuan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan yang tunggal, TAUHIID, itulah yang menjadi fondasi bagi semua diatas.

Sayangnya, narasi yang dibangun mereka yang katanya para pembela Pancasila ini, justru menyudutkan dasar paling penting pada Pancasila, Ketuhanan atau agama itu.

Maka wajar kita tak mendapati keadilan sosial, sebab kita tak memiliki pemimpin yang mau tunduk pada hikmah (apa yang Alläh turunkan), dan enggan bermusyawarah.

Mengapa kerakyatan kita rapuh? Sebab kita belum bersatu. Mengapa tak bersatu? Sebab kita belum jadi manusia seutuhnya, belum mampu memanusiakan yang lain.

Slogan yang gombal. Yang berlagak paling pancasilais ditangkap KPK, saat Rakyat menderita malah nilep sembako yang buat Rakyat dan bagi untung buat rekan sejawat. PCR entah datang dari mana dan apa kontribusinya buat ngusir wuhan covid malah jadi sarana bancakan.  yang dianggap paling paham, melengos menolak salaman, nggak mau temenan dan masih banyak lagi kedunguan akhlaq serta kemiskinan moral lainnya.

Sedang Ulama, yang memahami Islam, yang jadi sumbernya Pancasila. Malah dianggap anti-Pancasila, disudutkan. Diduga banyak malah yang dikriminalisasi dan dituding dengan tudingan fitnah dan hoax.  Tapi hebatnya, mereka tetap sibuk menjaga ummat dalam semua tempat dan kesempatan bahkan di tempat beliau-beliau ditahan atau dikurung.

Andai saja penguasa saat ini mau menyadari, kekeliruan yang sangat besar adalah bernarasi bahwa Islam seolah sumber masalah Indonesia, padahal sejatinya Islam itu dasar semuanya. Semua kebaikan moral untuk pribadi, keluarga, semua ummat serta kemajuan bangsa dan negara.

والله أعلم وبارك الله فيكم

*#UBM_DATTEPSpirit*

*#UBM_CHANNEL*

Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara