www.nusantarabicara.co

www.nusantarabicara.co
Media Perjuangan Penerus Cita-cita "The Founding Fathers" Bangsa Indonesia
Home » » Giant Sea Wall Jakarta Butuh Dana Rp5 Triliun Per Tahun, Bergantung pada APBD

Giant Sea Wall Jakarta Butuh Dana Rp5 Triliun Per Tahun, Bergantung pada APBD

Written By Nusantara Bicara on 12 Jul 2025 | Juli 12, 2025


JAKARTA,  Nusantara Bicara   --   Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang bersiap menjalankan megaproyek tanggul laut raksasa atau Giant Sea Wall (GSW) sebagai langkah antisipasi perubahan iklim dan kenaikan permukaan laut.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa proyek tersebut membutuhkan pembiayaan sebesar Rp5 triliun setiap tahunnya.

Anggaran sebesar itu, menurut Pramono, hanya memungkinkan jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta mampu menembus angka di atas Rp100 triliun.

Saat ini, APBD Jakarta berada di kisaran Rp91 triliun, namun ia optimistis tahun depan nilainya bisa melewati batas psikologis tersebut.

“APBD Jakarta sekarang ini Rp91 triliun. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa di atas Rp100 triliun.”

“Kalau itu bisa dilakukan, maka kami setiap tahun minimum harus spend kurang lebih Rp5 triliun untuk Giant Sea Wall,” kata Pramono dalam diskusi publik Talk Show What’s Jakarta’s Future? di Graha Bhakti Budaya, TIM, Jakarta, Minggu (15/6/2025).

Ia menjelaskan, sebagian dana pembangunan GSW juga akan dihimpun dari pendapatan daerah yang bersumber dari energi terbarukan, seperti pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pengolahan sampah menjadi energi.

Pemerintah provinsi telah merancang pembangunan empat PLTS yang akan menghasilkan total sekitar 1.500 megawatt. Selain mengurangi beban sampah dan pencemaran, sumber daya ini juga akan menghasilkan revenue baru bagi Jakarta.

“Maka persoalan sampah selesai, persoalan listriknya terpenuhi, pencemarannya juga akan berkurang banyak, dan itu kemudian kan ada revenue buat Jakarta.”

“Nah revenue inilah yang akan digunakan sebagian untuk membangun Giant Sea Wall,” tutur Pramono.

Total Pembangunan Capai 19 Kilometer

Giant Sea Wall merupakan bagian dari proyek prioritas nasional di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Jakarta telah memperoleh alokasi 12 kilometer GSW, dan kini ditambah 7 kilometer lagi, menjadikan total panjang tanggul yang akan dibangun mencapai 19 kilometer.

Pramono memastikan proyek ini akan dijalankan secara bertahap sesuai arahan presiden.

“Jakarta sebelumnya, di era pemerintahan sebelumnya dapat bagian 12 kilometer. Kemarin mendapat tambahan 7 kilometer, sehingga total adalah 19 kilometer,” ujarnya.dilansir garudatv

Presiden Prabowo sendiri menaruh perhatian besar terhadap proyek ini dan mendorong keterlibatan penuh dari pemerintah daerah dan pusat.

Ia menyatakan bahwa pembiayaan akan dibagi dua antara DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat.

“APBD-nya DKI sangat besar. Jadi saya bilang, DKI harus urunan, Pemerintah Pusat urunan. Jadi. kalau 8 miliar dolar AS, katakanlah delapan tahun, berarti 1 miliar dolar AS satu tahun.”

“Tenang, DKI nyumbang. DKI setengah, Pemerintah Pusat setengah,” tegas Prabowo saat menutup Konferensi Infrastruktur Tahun 2025 di JICC, Kamis (12/6/2025).

Lebih jauh, Prabowo juga menegaskan bahwa pembangunan tanggul laut tak hanya terfokus di Jakarta.

Proyek ini akan membentang dari Banten hingga Jawa Timur sebagai perlindungan jangka panjang terhadap wilayah pesisir dari ancaman abrasi dan banjir rob.

Total kebutuhan dana pembangunan Giant Sea Wall secara nasional ditaksir mencapai 80 miliar dolar AS.(Agus)
Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara