Jakarta, nusantarabicara -- Pulau Sumatera dilanda bencana besar: hujan deras yang dipicu siklon tropis menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah provinsi termasuk Sumatera Utara (Sumut), Aceh, dan Sumatera Barat (Sumbar). Kondisi memburuk setelah infrastruktur seperti jalan dan jembatan rusak parah, akses komunikasi terputus, dan banyak warga terpaksa mengungsi saat rumah serta lingkungan mereka terendam atau tertimbun material longsor.
Bencana tersebut telah menyebabkan korban jiwa dan kerugian signifikan, akibat banjir bandang dan longsor dengan kerugian paling parah terjadi di Sumut. Menanggapi situasi darurat ini, Korps Marinir TNI AL kembali mengerahkan pasukan dan perlengkapan kesehatan untuk memperkuat operasi penanggulangan bencana di wilayah terdampak. Pengiriman Satgas Penanggulangan Bencana Korps Marinir ini diberangkatkan pada hari di Lapangan Apel Kolinlamil, Jakarta, pada Minggu 30 November 2025. dilepas langsung oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali, S.E., M.M., M.Tr.Opsla.
Pengiriman pasukan Marinir ini merupakan perintah Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Dr. Endi Supardi, S.E., M.M., M.Tr.Opsla., CHRMP., CRMP. sebagai bentuk komitmen Korps Marinir untuk berada di garis depan membantu masyarakat terdampak. Sebelumnya, ratusan prajurit dari Batalyon Marinir Infanteri 8 Marinir, Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan I dan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan II telah lebih dulu berada di lokasi bencana sejak awal kejadian dan terus memberikan bantuan dari evakuasi warga hingga pendistribusian logistik.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar