Jakarta, Nusantarabicara -- Dewan Nasional Pergerakan Indonesia Maju(DN-PIM) menampilkan kemajemukan Indonesia yang mewakili berbagai suku, kelompok etnis. dan berbagai profesi.
“DN- PIM menyampaikan pikiran diawal tahun 2026 yaitu Resonansi kedepan bagaimana Indonesia selanjutnya. Harus berdasarkan kemanusiaan, kemajemukan dan kebersamaan, inilah implementasi hidup ber-bhinneka tunggal Ika,” ujar Ketua Umum DN-PIM M. Din Syamsuddin saat konferensi pers di sebuah hotel di kawasan Jakarta Selatan Senin (5/1/2026).
Pokok- pokok pikiran DN-PIM dalam mengisi tahun 2026 untuk wujudkan Indonesia maju, adil, beradab dan bermartabat, sebagai berikut:
1.DN- PIM memberikan apresiasi kepada masyarakat yang menunjukkan solidaritas dan soliditas sosial kebangsaan melalui aksi nyata pada korban yang terdampak bencana.
2.DN-PIM menilai solidaritas sosial kebangsaan muncul pada saat musibah merupakan ekspresi positif dari kemajemukan bangsa Indonesia.
3.DN-PIM memandang bahwa banyak persoalan struktural bangsa mulai dari ketimpangan sosial, konflik agraria, kerusakan lingkungan, hingga kemiskinan kronis berakar pada penyimpangan arah pembangunan ekonomi dari amanat konstitusi
4.DN-PIM memandang bahwa ancaman terbesar terhadap keutuhan negara kesatuan RI bukan dari luar melainkan tumbuh dari dalam akibat akumulasi persoalan yang dibiarkan tanpa penyelesaian yang adil dan bermartabat.
5.DN-PIM memandang perlu adanya agenda kebangsaan yang mendasar dan berjangka panjang dalam mengisi tahun 2026.
Disepakati oleh 45 orang anggota DN- PIM
“Ini adalah seruan moral, karena berorientasi pada kemajemukan.
DN – PIM sudah di deklarasikan sejak 10 tahun lalu, lahir pada tanggal 21 Mei 2016 di JCC dan diharapkan jadi hari kemajuan nasional oleh pemerintah,” ungkap M.Din Syamsuddin.
DN- PIM Ingin tampilkan kemajemukan di Indonesia.
Tema resonansi tahun 2026 yaitu: “Mengisi Tahun 2026 untuk wujudkan Indonesia Yang Maju, Adil dan Bermartabat”.
Dalam kesempatan yang sama politisi dari Partai Golkar dan Alumni Universitas Hasanuddin Ulla Nuchrowati Usman mengatakan ,”Karakter DN- PIM adalah moral force siapapun presidennya jika mengatakan statemen harus segera dilaksanakan dan harus di dukung kabinet agar tak menyakiti hati nurani rakyat,”.
“DN-PIM bergerak bersama dalam semangat kemajemukan. Meminta presiden mewujudkan Indonesia maju, konsisten dan nyata dalam menindak pelaku pengrusakan hutan yang menyebabkan bencana, tak cukup dengan kata-kata, harus Komitmen pada kejujuran,” tutupnya. (Agus)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar