Home » » Gerakan Pemuda Islam (GPI) Gelar Pelantikan Pengurus Dan Workshop Nasional

Gerakan Pemuda Islam (GPI) Gelar Pelantikan Pengurus Dan Workshop Nasional

Written By Nusantara Bicara on 3 Des 2020 | Desember 03, 2020





Jakarta, nusantarabicara.co - Pelantikan kepengurusan pimpinan pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) periode 2020-2023 yang dirangkai sekaligus dengan Workshop Nasional resmi digelar bertempat di Aula Gedung Juang DHN 45, Kamis (3/12/2020).

Dalam acara pelantikan yang diikuti oleh orasi kebangsaan dengan thema “Mengukuhkan Kepemimpinan Pemuda Islam Untuk Keadilan Dan Kesejahteraan Umat"  Dihadiri oleh perwakilan dari Gubernur DKI Jakarta dan Kapolda Metro Jaya serta puluhan anggota GPI.
 

Prosesi pelantikan berlangsung sederhana. Sesuai protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Terlihat pengurus yang dilantik tampak mengenakan masker, menjaga jarak masing-masing sekitar satu meter.

60 menit mengiringi proses pelantikan. Cukup singkat. Diawali dari serah terima jabatan, kemudian upacara pengambilan sumpah pengurus dan penyerahan bendera Pataka dari ketua umum yang lama kepada ketua yang baru. Tak ada jabat tangan, semua hanya menggunakan isyarat dari jarak aman sesuai protokol kesehatan.
 

Ketua umum GPI periode 2020-2023 Dicko Nugroho dalam sambutannya mengatakan, kita sebagai kader GPI mempunyai tugas jihad, dakwah, dan turut berperan dalam membela umat dan bangsa.

Sebagai sebuah wadah organisasi perjuangan, keberadaan GPI dari rezim ke rezim selalu mendapat tekanan. Pada masa presiden Sukarno GPI pernah dibubarkan, kemudian pada rezim Suharto GPI juga pernah dibekukan dan pada rezim sekarang ini GPI juga mendapat perlakuan yang tidak bersahabat.

Namun GPI tetap berjalan pada perjuangannya untuk menjaga bangsa dan cita-cita luhur Founding Father kita untuk menjaga Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

Dan GPI berkomitmen untuk melawan segala bentuk penjajahan yang dilakukan bangsa asing terhadap bangsa Indonesia. Sesungguhnya kita sekarang ini sedang dijajah oleh bangsa asing, bukan dijajah dengan kekuatan fisik ataupun senjata. Tapi kita dijajah dengan otak, dengan nilai dan dengan sistem oleh bangsa asing, ungkap Dicko.

“Sebagai organisasi yang telah lama berdiri, mari kita sama-sama capai cita-cita pendiri Founding Father kita ini dengan memberikan kontribusi perjuangan bagi tanah air kita tercinta ini,” ungkapnya. (PS)




Share this article :

Posting Komentar

 
Copyright © 2018 - All Rights Reserved
Created by Nusantara Bicara